Kampung Laut adalah nama sebuah desa yang terletak Di Cilacap, Jawa Tengah. Namun apakah kalian tahu bahwa kampung laut terletak di seberang kota Cilacap karena letaknya yang tidak menyatu dengan kota melainkan terpisah oleh lautan. Fakta uniknya yaitu saya sendiri pernah kesana bersama keluarga saya yang tujuannya untuk liburan dan silaturahmi ke teman orang tua saya. Saya berangkat melalui pelabuhan yang bernama Pelabuhan Seleko. Saya berangkat pagi hari menggunakan kapal, perjalanan yang ditempuh sekitar 1-2 jam. Di perjalanan kita dapat melihat pemandagan lautan, Pulau Nusakambangan, dan juga hutan mangrove mungkin dari beberapa orang yang tidak biasa menggunakan kapal sebagai transportasi akan merasakan mabuk laut hali itu normal terjadi dan tidak terlalu menjadi masalah.
Setelah melewati perjalanan yang cukup membosankan karena terus-menerus melihat air lautan akhirnya saya dan keluarga saya sampai, disana saya di sambut oleh teman orang tua saya dan mereka langsung mengajak ke rumah mereka. Disana saya di suguhkan beberapa makanan khas dari sana seperti rajungan, ikan laut, kerag ijo, dll. Saya sangat menikmati makanan tersebut karena rasnya yang enak perpadduan asin, gurih, dan manis. Namu nada yang saya kurang suka dari sini karena pada saat itu sinyal internet cukup sulit dan mengakibatkan susahnya akeses untuk sosial media, jadi pada saat itu saya dan keluarga benar- benar menikmati perjalanan dan tidak sibuk bermain handphone sendiri.
Kita lanjut jalan- jalan ke hutan mangrove dengan posisi perut kenyang dan hati juga riang. Jadi disini akeses untuk jalan ke suatu tempat menggunakan kapal, ada motor namun hanya bisa jalan di komplek saja dan untuk menuju desa atau tempat wisata lainnya harus menggunakan kapal. Jadi kita berangkat dari rumah teman orang tua saya ke hutan mangrove menempuh waktu sekitar 15 menit. Sampai disana saya berlabuh di tepi hutan mangrove dan lanjut jalan- jalan memutari hutan mangrove tersebut, posisi disana sepi karena pada saat itu hutan mangrove tersebut belum dibuka secara resmi namun saya dan keluarga bisa kesitu karena ada kenalan yang mengelola wilayah tersebut.
Lelah berkeliling dan sudah mengambil beberapa foto saya lanjut untuk balik ke rumah teman orang tua saya, sampai disana saya diajak solat di masjid desa kampung laut. Setelah itu saya lanjut jalan di sekitar komplek situ dan ternyata rata- rata warga disana mempunyai pekerjaan sebagai nelayan, dengan kondisi depan rumah yang banyak jaring untuk menangkap ikan, tempat atau blong untuk wadah ikan, dll. Dan saya juga mengamati fasilitas jalan yang ada disana kurang memadai dengan kondisi jalanan yang rusak.
Di sana saya juga melihat nelayan yang sedang menjaring ikan menggunakan kapal kecil yang biasa disebut getek disini, nelayan itu menangkap ikan untuk dijual lagi dikota agar bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari -hari. Selain ikan ada juga yang menangkap kepiting atau rajungan, kerang ijo juga dicari disana karena memiliki nilai jual yang lumayan.
Tak butuh waktu lama saya dan keluarga berpamitan pulang karena jadwal kapal keberangkatan ke kota sudah dekat, saya dan keluarga diantar ke dermaga kecil disana untuk melanjutkan perjalanan balik ke kota, sesampainya dikapal banyak orang- orang yang mau berangkat ke kota untuk keperluan bekerja, sekolah, kuliah, berdagang, dll. Saya duduk di depan kapal agar bisa menikmati pemandangan hutan mangrove dan perairan, karena terkena angin laut akhirnya saya mengantuk dan tidur sejenak, tak terasa sudah hampir sampai saat saya terbangun. Saya dan keluarga sampai Di Pelabuhan Sleko dan lanjut menggunakan mobil untuk ke rumah. Sesampainya di rumah saya langsung mandi dan bebersih karena badan yang sudah terasa lengket dan kotor.
Pengalaman liburan kali ini sangat seru, karena saya dapat melihat langsung indahnya kampung laut, banyak hal yang belum saya ketahui tentang adanya kampung laut saat itu, banyak pengalaman yang saya dapat setelah berlibur kesana walaupun tidak lama tetapi liburan kali ini sangat berkesan bagi saya karena mendapatkan banyak sekali pengalaman baru mulai dari naik kapal, makan makanan khas laut sana, melihat indahnya hutan mangrove, mengetahui pekerjaan warga sekitar dan masih banyak lainnya.
Terakhir saya ke kampung laut sekitar tahun 2014, masih banyak fasilitas yang kurang memadai mulai dari sinyal, jalanan, masjid, dan masih banyak fasilitas yang belum ada disina yang mengharuskan warga sana untuk menyebrang ke kota untuk mendapatkan atau membeli stock bahan-bahan makanan atau perlengkapan lainnya. Namun sekarang saya mendapatkan info dari teman yang tinggal disana bahwa akses untuk internet sudah bisa digunakan dengan lancer, banyak jalanan yang sudah di perbaiki, banyak toko-toko yang menjual perlengkapan sehari- hari dan perlengkapan lainnya.
Majunya destinasi wisata berbasis lingkungan juga berkembang disana, upaya dari pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur untuk menarik lebih banyak pengunjung seperti Pembangunan jembatan apung dan jalur wisata mangrove. Masyarakat disana juga mulai aktif dalam menjaga kelestarian hutan mangrove dengan melakukan penanaman dan pembibitan secara rutin, pembersihan sampah bambu bekas pencabutan pagar laut.
Dari banyak kemajuan yang ada masih ada kekurangan di desa tersebut seperti susahnya akeses Listrik dari pln dan Solusi yang bisa dilakukan yaitu menggunakan genset bahan bakar diesel dengan pasokan terbatas, akeses air bersih yang sudah didapatkan saat musim kemarau. Kehidupan di Kampung Laut juga tidak selalu tenang karena kadang ombak yang tinggi karena naiknya permukaan air laut.
Harapan saya kedepan untuk Kampung Laut agar bisa menjadi kampung wisata yang banyak dikunjungi oleh banyak orang, karena masih banyak masyarakat luar yang belum tahu mengenai Kampung Laut, dan pemerintah bisa menambah dan memperbaiki fasilitas yang belum ada dan membenahi fasilitas yang rusak disana. Untuk para warga juga seharusnya sadar akan potensi lingkungannya yang bisa menjadi maju jika para warga disana bisa memanfaatkan sda dengan baik serta memiliki kesadaran atas kebersihan lingkungan serta bisa menjaga fasilitas yang sudah ada. Jangan hanya bisa menggunakan namun tidak bisa menjaganya dengan baik, jika semua berjalan dengan lancer pasti Kampung Laut akan menjadi tempat wisata yang menjadi daya Tarik warga Cilacap maupun warga luar.
Oleh Bara Sutan Akhwan Syah