Di Desa Bayalangu, tersimpan sebuah rahasia tua yang diwariskan dari generasi ke generasi: tentang Sumur Pitu — tujuh sumur sakral yang konon bisa mengabulkan hajat siapa pun yang mandi dengan hati bersih di dalamnya. Di antara ketujuh sumur itu, Sumur Kidayah adalah yang paling terkenal, sebab dipercaya memberikan petunjuk hidup kepada mereka yang tersesat dalam jalan hidupnya.
Semua itu bermula sejak ratusan tahun yang lalu. Diceritakan bahwa pada zaman dahulu, saat desa Bayalangu baru mulai dihuni, sering terjadi bencana, seperti kekeringan panjang hingga gagal panen, yang menyebabkan banyak warga desa mulai putus asa dan kehilangan kepercayaan pada harapan. Dalam keputusasaan itu, ada seorang tetua desa yang bernama Ki Warsiki memutuskan untuk bersemedi di tengah hutan, memohon petunjuk dari Yang Maha Kuasa.
Selama tujuh malam berturut-turut, Ki Warsiki bermeditasi tanpa makan dan minum. Pada malam ketujuh, muncullah sosok kakek berjubah putih dalam mimpinya. Kakek itu berkata, “Gali tujuh sumur di tempat yang kutunjukkan, dan segala bencana akan sirna. Air dari sumur itu akan menjadi berkah bagi keturunan kalian.”
Paginya, Ki Warsiki mengikuti tanda-tanda aneh di hutan, seperti burung-burung yang berputar-putar, suara air gemericik yang tidak berasal dari sungai, dan sinar matahari yang menyorot ke satu titik tertentu. Di sanalah Ki Warsiki dan warga desa menggali, dan tanpa diduga, mereka menemukan sumber air yang jernih. Tak butuh waktu lama, tujuh sumur berhasil dibuat, masing-masing memancarkan air yang bening, segar dan juga menyejukan.
Sejak saat itu, kehidupan di desa berubah. Air dari Sumur Pitu tidak pernah habis. Kekeringan berakhir, tanaman kembali tumbuh subur, begitupun hewan ternak yang sehat kembali. Warga desa percaya bahwa Sumur Pitu adalah anugerah langsung dari langit, dan percaya bahwa air dari Sumur Pitu memiliki kekuatan spiritual.
Namun, Sumur Kidayah menjadi salah satu yang istimewa dan dikenal banyak orang, karena menurut cerita, airnya yang sejuk, jernih, dan menenangkan, pernah menyembuhkan seorang anak kecil yang hampir sekarat. Orang tua anak itu yang sudah putus asa bermimpi didatangi sesosok kakek berjubah putih yang memerintahkannya mandi di Sumur Kidayah. Setelah mandi, anak itu sembuh total dari penyakit yang membuatnya hamper sekarat.
Dari kejadian itu, nama Sumur Pitu mulai tersebar ke desa-desa tetangga. Banyak orang datang dengan berbagai hajat: ada yang ingin sembuh dari penyakit, ada yang mengharap jodoh, ada pula yang ingin kehidupan mereka lebih baik. Anehnya, banyak dari mereka yang setelah mandi di sumur itu benar-benar mendapatkan apa yang mereka harapkan.
Tentu saja, tidak semua hajat langsung dikabulkan. Para sesepuh desa mewanti-wanti bahwa air Sumur Pitu hanya membantu orang yang berniat tulus dan bersungguh-sungguh. Jika niat mereka serakah atau ingin mencelakai orang lain, maka air itu justru akan berbalik membawa kesialan. Oleh sebab itu, sebelum mandi, setiap pengunjung diwajibkan berdoa dan membersihkan hati mereka.
Meskipun zaman modern mulai menjangkau desa, dengan internet dan teknologi yang masuk, kepercayaan terhadap Sumur Pitu tetap hidup. Banyak anak muda yang dulunya skeptis, akhirnya percaya setelah mengalami sendiri “keajaiban” sumur itu — mulai dari mendapatkan pekerjaan yang diidamkan hingga pulih dari penyakit parah.
Namun, hingga kini, misteri tetap menyelimuti asal usul kekuatan Sumur Pitu. Apakah benar kekuatan itu berasal dari doa orang terdahulu? Atau ada kekuatan alamiah yang belum dipahami? Tidak ada yang tahu pasti. Bagi penduduk Desa Bayalangu, keajaiban itu bukan sesuatu yang perlu dijelaskan dengan logika, melainkan cukup dirasakan dengan hati.
Satu hal yang pasti, keajaiban bukan terletak pada air sumur itu sendiri, melainkan pada keberanian untuk memulai, ketulusan untuk berusaha, dan keikhlasan untuk menerima petunjuk, sekecil apa pun ia datang. Dan Sumur Pitu, dengan airnya yang sejuk, jernih, dan menenangkan, terus menjadi saksi bisu bagi harapan-harapan yang dibisikkan dalam hati setiap peziarah — dari masa ke masa.(*)
Oleh Eka Fazriyana