Tantangan Literasi Finansial GenZ

Generasi Z, atau Gen Z, merupakan kelompok yang lahir antara 1997 hingga 2012, dan kini menjadi salah satu kekuatan demografis terbesar di dunia. Sebagai generasi yang tumbuh dalam era digital sepenuhnya —ditandai oleh perkembangan internet cepat, media sosial, dan perangkat pintar— Gen Z memiliki karakteristik, nilai, dan pola hidup yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka tidak hanya menjadi konsumen utama dalam berbagai industri, tetapi juga menjadi pendorong perubahan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi.

Di balik keunggulan mereka sebagai digital native, Gen Z menghadapi berbagai tantangan kompleks. Survei terbaru Sun Life Financial Resilience Index (2025) menunjukkan bahwa hanya 49% Gen Z merasa aman secara finansial, menjadikan mereka kelompok dengan ketahanan finansial terendah dibanding generasi lain. 

Selain itu, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025 menyebutkan bahwa literasi digital Gen Z Indonesia berada pada angka 62%, lebih rendah dibanding rata-rata ASEAN, yang berdampak pada kerentanan terhadap risiko digital dan finansial. Tidak hanya itu, tekanan inflasi dan biaya hidup turut memengaruhi pola konsumsi dan sikap mereka terhadap uang: sebanyak 92% Gen Z merasakan dampak inflasi dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, Gen Z juga menunjukkan idealisme kuat terkait kesehatan mental, keberlanjutan, dan keadilan sosial. Studi Intuit yang dimuat oleh Investopedia (2025) mengungkap bahwa 64% Gen Z mengutamakan ketenangan pikiran (peace of mind) daripada kekayaan materi, menunjukkan adanya pergeseran nilai menuju keseimbangan hidup yang lebih sehat secara emosional.

Dengan perpaduan antara kecakapan digital, idealisme sosial, dan tantangan ekonomi yang mereka hadapi, memahami gaya hidup Gen Z menjadi sangat penting. Artikel ini mengulas secara mendalam karakteristik, pola konsumsi, kondisi finansial, prioritas kesehatan mental, serta tantangan dan peluang yang muncul dari gaya hidup generasi ini berdasarkan data dan riset terkini tahun 2024–2025.

Tantangan yang Dihadapi Gen Z

Gen Z hidup pada masa yang serba cepat, kompetitif, dan dipenuhi ketidakpastian. Meskipun mereka fleksibel dan kreatif, berbagai data menunjukkan bahwa mereka juga menghadapi tantangan serius yang memengaruhi kondisi ekonomi, sosial, dan mental mereka.

Tantangan itu antara lain ketidakamanan finansial dan tekanan ekonomi, perencanaan keuangan jangka panjang yang lemah, literasi digital dan keuangan yang belum merata, tekanan kesehatan mental, serta tantangan dalam aktivisme dan perubahan sosial

Gen Z adalah generasi yang unik: adaptif, kreatif, serta memiliki kesadaran sosial tinggi. Mereka sangat akrab dengan teknologi dan menjunjung nilai otentisitas dalam memilih produk maupun menjalani kehidupan. Namun, mereka juga menghadapi tantangan besar, seperti ketidakamanan finansial, tekanan mental, dan inflasi yang menekan. 

Meski begitu, peluang yang mereka miliki untuk membawa perubahan sangat besar. Dengan dukungan dari pemerintah, bisnis, dan masyarakat, Gen Z dapat menjadi generasi yang mendorong transformasi sosial dan ekonomi ke arah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan manusiawi.(*)

Oleh Putri Olifia Agustina