Aksi Pandawara Group: Gerakan Sosial dalam Menangani Permasalahan Lingkungan

Pandawara Group merupakan sebuah kelompok remaja asal Bandung, yang terdiri dari lima anggota Muchamad Ihksan Destian, Gilang Rahma, Muhammad Rifki, Rafly Pasha, dan Agung Permana. Mereka telah melakukan aksi bersih-bersih sungai sejak tahun 2022. Aksi bersih-bersih ini mulai viral dan banyak yang dikenal masyarakat luas hingga mendunia, melalui unggahan video pertamanya di media sosial. Kegiatan pandawara ini terbentuk dari inisiatif pribadi yang merespon mengenai banjir yang kerap melanda daerah sekitarnya. Mereka melakukan aksi bersih-bersih lingkungan dan sungai tanpa meminta upah ataupun imbalan dari masyarakat maupun pemerintah. Aksi yang telah dilakukan oleh Pandawara Group dengan membersihkan sungai dan lingkungan sangat menginspirasi, serta membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Reza juga terjun dan ikut melakukan penelitian secara langsung ke Tiongkok untuk memastikan, bagaimana kondisi negara tersebut, yang dimana Tiongkok merupakan negara pertama dalam menyumbangkan sampah plastik terbesar. Akan tetapi sejauh beliau melakukan penelitian, keadaan di Tiongkok tidak seperti di Indonesia. Karena dari cara pengelolaan sampah sudah jauh berbeda dengan di Indonesia. Karena pemerintah di Tiongkok mengupayakan agar masyarakatnya tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. Cara negara Tiongkok dalam pengelolaan sampah dilakukan dengan melakukan pemilahan sampah, membedakan sampah kering dan sampah basah. Selain itu Tiongkok juga menciptakan sebuah alat untuk memilah sampah tersebut dengan menggunakan teknologi canggih seperti insinerasi dan robotika. Hal ini sangat berbanding jauh dengan teknologi di Indonesia yang dibuat khusus untuk lingkungan.

Di Indonesia masih banyak sekali masyarakat yang bergantung dalam penggunaan plastik sekali pakai, kita selalu menemuinya dimana-mana. Akan tetapi di Indonesia masih sangat minim sekali mengenai kepeduliannya dalam merantas penggunaan sampah plastik dan kebersihan lingkungan. Terutama sampah-sampah yang berada di sungai dan pantai.

Akan tetapi, ada sekumpulan pemuda yang sangat memperhatikan lingkungan sekitarnya yang penuh timbunan sampah. Sampah ini terdiri dari limbah rumah tangga, sampah plastik sekali pakai, hingga juga pernah ditemukan limbah medis yang dibuang di sungai tanpa adanya wadah khusus seperti kantong biohazard anti bocor untuk limbah terkontaminasi dan wadah benda tajam anti tusuk untuk benda seperti jarum suntik. Pandawara Group merupakan kelompok pemuda yang berasal dari Bandung, mereka terkenal melalui aksi membersihkan sungai dan pantai, guna menjaga kelestarian lingkungan agar tetap bersih dan asri. dan pantai seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, akan tetapi di Indonesia sungai dan pantai malah menjadi tempat pembuangan sampah oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena jika sampah tergenang air hal tersebut akan menimbulkan pencemaran ekosistem yang ada di dalam air serta lingkungan disekitarnya juga akan terlihat kumuh dan hal tersebut dapat menimbulkan penyakit, selain itu membuang sampah ke sungai dapat menimbulkan banjir, hal ini disebabkan sampah dapat menyumbat aliran air, sehingga pada saat turun hujan air tidak dapat mengalir dengan lancar.

Banjir tidak hanya melanda daerah sekitar ibu kota, tetapi juga terjadi di berbagai daerah lain, termasuk Bandung. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya kepedulian manusia terhadap lingkungan, terutama dalam menjaga kebersihan sungai. Hal ini sangat dirasakan oleh sekelompok pemuda asal Bandung, yang daerah tempat tinggalnya kerap terdampak banjir akibat tumpukan sampah di sungai. Mereka merasa resah dan tidak nyaman karena setiap musim hujan selalu dihantui kekhawatiran akan banjir yang melanda wilayah mereka. Rasa keresahan itu semakin kuat saat mereka sendiri menjadi korban dari banjir yang menggenangi rumah dan lingkungan sekitar.

Dari keresahan tersebut, tumbuh kesadaran dan inisiatif di antara para pemuda itu untuk bergerak bersama. Mereka mulai bergotong royong membersihkan sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, serta upaya untuk mencegah banjir agar tidak terus-menerus terjadi di masa mendatang. Dari hal inilah mereka mulai membangun sebuah grup yang sudah tidak asing bagi kita yaitu adalah Pandawara Group.

Inisiatif Pribadi

Pandawara Group sendiri dibangun karena inisiatif pribadi untuk menyelesaikan permasalahan banjir yang kerap melanda daerah tempat tinggal mereka. Aksi yang pertama kali mereka lakukan adalah melakukan aksi bersih-bersih sungai di daerah tempat tinggalnya. Mereka melakukan aksi tersebut tanpa adanya paksaan dari pihak lain dan mereka melakukannya secara sukarela dan tanpa ekspektasi publikasi.

Nama yang diambil adalah Pandawara yang diambil dari dua kata, kata Pandawa diambil dari kisah seorang lima bersaudara dalam film Mahabarata sesuai dengan jumlah anggotanya yang ada 5 orang, dan Wara yang berarti kabar baik, kata ini diambil dari bahasa Sunda. Pandawara Group sendiri mulai berdiri sejak bulan Mei 2022, dan dokumentasi pertama mereka diunggah pada bulan Agustus 2022, mereka mendapatkan dukungan positif dari masyarakat luar. Pandawara Group juga memulai memperluas jangkauan gerakan mereka melalui kerja sama lintas negara. Pada tahun 2024, mereka menjalankan kampanye regional bertajuk Creator Contribution yang melibatkan kolaborasi dengan komunitas konten kreator di Asia Tenggara, seperti Sài Gòn Xanh dari Vietnam dan LKP EMPIRE dari Malaysia. Kampanye ini bertujuan memperkuat kesadaran akan isu lingkungan di tingkat ASEAN.

Pandawara Group juga memberikan pengajaran kepada masyarakat luar, serta generasi muda untuk membangkitkan rasa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Salah satunya seperti memberikan penjelasan edukasi mengenai bagaimana sampah dapat mencemari pantai maupun sungai, serta penyebab rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Pandawara Group juga menciptakan alat yang dapat mempermudah aksi mereka untuk melakukan pembersihan sungai. Yang pertama ada Perahu Pembersih Canggih, perahu ini berfungsi untuk mengangkut sampah sungai dalam jumlah yang besar, perahu ini juga sudah dilengkapi dengan mesin penggerak yang kuat dan belt conveyor yang bisa menyedot dan mengangkut sampah hingga 2-3 ton. Lalu yang kedua ada Trash Barrier yang berfungsi untuk menahan sampah yang berada di aliran sungai, agar tidak terbawa ke laut. Trash Barrier ini dapat dipasang dari sisi sebelah kanan dan kiri sungai, dengan jaring ini sampah-sampah yang berada di aliran sungai akan tertahan. Namun kekurangan dari Trash Barrier ini adalah mudahnya jebol jika terkena arus sungai yang cukup deras.

Pandawara Group telah membuktikan bahwa inisiatif dan kepedulian dari sekelompok pemuda dapat memberikan dampak positif yang luas bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui aksi nyata tanpa pamrih, edukasi yang berkelanjutan, serta inovasi teknologi sederhana, mereka menginspirasi kita semua untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian sungai dan pantai demi masa depan yang lebih bersih dan lestari. Dari sini kita juga dapat simpulkan tujuan Pandawara Group itu sangat baik, serta dari aksi tersebut dapat menumbuhkan rasa kepedulian kita terhadap lingkungan. Terlebih lagi kita sebagai generasi muda dapat memberikan contoh yang baik untuk generasi berikutnya, hal ini dilakukan untuk kenyamanan, kesehatan, kebersihan, serta sikap peduli terhadap sesama.(*)

Oleh Chelsea Sabilla Faza Setiawan