Petualangan Menuju Kolam Renang Bantar Dawa

Oleh Adelia Syabani

Pada liburan sekolah, aku, kakakku, dan teman-temanku, yaitu Rubi dan Ceta merasa sangat senang, karena waktu libur sekolah sangatlah panjang. Kami bisa bermain dan melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama, seperti bermain sulamanda, olahraga pagi, dan lain. 

Tetapi pada liburan itu cuaca begitu panas. Hawa panas itu membuat kami merasa lebih cepat merasa lelah. Karena cuaca seperti itu, salah satu temanku dan kakakku memiliki ide untuk pergi liburan menuju kolam renang yang masih berada di kabupaten kami.

Lokasi kolam renang yang kami ingin kunjungi, bisa dibilang berada di area pegunungan. Namun kolam renang itu tidak hanya menawarkan sebuah lubang yang diisi oleh air atau biasa kita sebut sebagai kolam, tetapi juga dilengkapi tempat bersantai, seperti taman dan warung, juga menawarkan pemandangan sawah yang sangat indah.

Pada saat kakak dan temanku mengusulkan untuk liburan ke kolam renang tersebut aku sempat ragu, dikarenakan kami belum pernah datang ke tempat itu sendirian tanpa pengawasan orang tua. 

Aku bertanya, “Bagaimana cara kita ke sana, sedangkan kita tidak tahu jalan menuju kolam renang tersebut? Lalu, apakah tidak apa-apa jika kita pergi tanpa orang dewasa?” 

“Tenang saja, kita akan aman kok, lagi pula jalan menuju tempat itu tidak melewati jalan besar, sehingga kita dapat melewatinya dengan aman,” jawab kakakku.

“Aku tahu kok jalan menuju tempat tersebut,” ujar Rubi dengan penuh percaya diri.

“Baiklah, jika kalian merasa begitu, kita akan pergi ke sana besok, dan sebaiknya kita meminta izin terlebih dahulu sebelum berangkat,” jawabku. 

Saat aku dan kakakku pulang, kami langsung meminta izin kepada orang tua kami untuk pergi ke kolam renang tersebut. Awalnya kami merasa takut tidak diizinkan. Tapi ketakutanku tak terbukti. Kami diizinkan, dengan syarat kami harus selalu berhati-hati.

Pagi hari pun tiba. Aku mengecek barang-barang agar tidak ada yang tertinggal. Setelah kami bersiap-siap, kami langsung berpamitan kepada orang tua kami. Saat itu teman-teman sudah menunggu kedatangan kami. 

Setelah semuanya berkumpul, kami pun langsung berangkat menuju kolam renang tersebut. Namun, baru setengah perjalanan temanku Rubi mendadak berhenti di pinggir jalan.

“Loh kok berhenti?” tanyaku.

“Aduh maaf banget, aku lupa jalan menuju ke sana,” jawab Rubi.

“Lah katanya kamu tahu,” ujarku diliputi rasa bingung dan panik. “Terus gimana dong? Kita jadi melanjutkan perjalanan ke sana?” 

“Kalau kita putar balik maka akan sia-sia saja kita di perjalanan tadi,” ujar Ceta.

Di tengah-tengah kebingungan dan rasa panik, kakakku menyarankan agar kami menggunakan aplikasi Maps saja.

“Oh iya ya, kenapa tidak terpikirkan ya untuk menggunakan Maps? Baiklah,  kita coba menggungunakannya,” ujar Rubi.

Beberapa detik kemudian kami melanjutkan perjalanan lagi. Saat kami menuju ke tempat wisata tersebut, kami dikelilingi dengan pemandangan yang sangat indah, seperti persawahan, sungai, dan panorama perdesaan. Kami pun merasa sangat senang.

Di tengah-tengah perjalanan, hal konyol pun terjadi. Kakakku yang menyetir motor itu kejatuhan kotoran burung.  Motor kami hentikan.

“Eh ini apa?” tanya kakakku, lalu dia melihat ke atas pohon yang sempat kami lewati.

“Lah ternyata ini kotoran burung,” ujar kakakku. 

Sontak aku tertawa

“Yah, gimana ini? Mana tidak ada air di sekitar sini…,” ujar kakakku dengan panik dan bingung.

“Untung bukan aku yang kena kotoran itu,” ujarku sambil tertawa. “Ya sudah, mau bagaimana lagi, mau tidak mau kita harus melanjutkan perjalanan lagi sambil mencari sumber air.” 

“Baiklah.” ujar kakakku dengan pasrah.

Rubi dan Ceta belum mengetahui kejadian tersebut dikarenakan pada saat perjalanan Rubi dan Ceta berada di depan kami.

Beberapa menit kemudian, kami pun sampai di lokasi. Sebelum kami memasuki kolam tenang tersebut, kami membeli tiket terlebih dahulu. Harga tiket di tempat wisata tersebut tergolong cukup murah dan sangat terjangkau. Di sana kami boleh membawa makanan sendiri dari rumah sehingga dapat menghemat uang saku kami.

Setelah mendapatkan tiket, kami pun masuk ke tempat tersebut. Sebelum kami mulai berenang kami bersantai sejenak terlebih dahulu, untuk menghilangkan rasa lelah akibat dari perjalanan yang panjang. Saat kami asyik duduk santai, kakakku menceritakan kejadian yang telah di alaminya.

“Eh tahu nggak, tadi aku kejatuhan kotoran burung, tahu!” ujar kakakku.

“Loh kok bisa?” tanya Rubi sambil tergelak.

“Yah namanya juga musibah, mana kita tahu kapan datangnya,” jawab kakakku.

Beberapa saat kemudian kami pun bersiap-siap untuk berganti baju terlebih dahulu sebelum berenang. Kolam renang di sana tergolong sangat luas dan terdapat beberapa kolam yang kedalamannya berbeda, dari yang terdalam hingga yang tidak dalam untuk anak-anak kecil bisa. 

Setelah kami merasa puas berenang, kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu sambil menikmati pemandangan sawah yang indah. Setelah makan kami pun melanjutkan berenang lagi sebentar.

Beberapa menit kemudian kami sudah merasa kedinginan, lalu kami memutuskan untuk mengganti baju. Setelah selesai mengganti baju, kami bermain ayunan dan berjalan-jalan di taman sambil menikmati pemandangan sebentar, sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. (*)