Tim Pengabdian FEB UNNES Beri Materi Pengelolaan Sampah dan Budidaya Maggot



Data timbulan sampah pada tahun 2023 menunjukkan bahwa Kota Semarang merupakan yang tertinggi
dalam penghasil sampah di Jawa Tengah diikuti Kabupaten Brebes dan Kabupaten Grobogan. Timbulan sampah per hari bisa mencapai 1.183,29 ton atau 431.534,65 ton pertahun. Sampah rumah tangga merupakan penghasil sampah paling besar berdasarkan sumber sampah, sementara itu sampah makanan adalah komposisi yang tertinggi berdasarkan jenis sampah.

Kondisi itulah yang menjadi latar belakang Tim Pengabdian FEB UNNES untuk mengadakan kegiatan
komprehensif di Pondok Pesantren As Salafy Al Asror dalam bingkai pengelolaan sampah dan budidaya maggot. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada Sabtu (18/5) diikuti oleh santri dan warga sekitar pondok sejumlah 30 orang. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih gagasan dalam mengelolan sampah yang dihasilkan di pondok pesantren khususnya dan memanfaatkan sampah sisa
makanan untuk budidaya maggot sehingga lebih bernilai ekonomis, demikian yang disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdian, Drs. Fachrurrozie, M.Si.

Kegiatan pengabdian ini sangat penting terlebih mengenai pengelolaan sampah dan budidaya maggot. Sisa makanan yang ada di pondok dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan bisa menjadi solusi yang bernilai ekononis. Harapannya santri atau warga dapat menindaklanjuti secara serius kegiatan ini. Demikian harapan dari KH. Al Mamnukhin Kholid atau yang biasa disapa Gus Nuhin dalam sambutan pengantarnya. Kemudian ditegaskan lagi dalam sambutan penutup pada akhir kegiatan.

Hadir juga sebagai narasumber kegiatan adalah Inaya Sari Melati, M.Pd. dari Komunitas Nol Sampah atau KOMUNAL yang telah cukup berhasil dalam budidaya maggot di daerah Cepoko Gunungpati Kota Semarang. Jika digeluti dengan serius dan sungguh-sungguh, budidaya maggot bisa menghasilkan pendapatan tambahan karena maggot mempunyai nilai jual lebih sebagai pakan lele dan pakan ternak lainnya. Demikian yang disampaikan oleh Ibu Inaya dalam paparannya dan diikuti secara seksana oleh para peserta kegiatan. Kegiatan diakhiri dengan pembagian doorprize dan penguatan dari Gus Nuhin. Tim pengabdian terdiri dari Drs. Fachrurrozie, M.Si., Prof. S Martono, M.Si. dan Ahmad Nurkhin, M.Si. dan
berharap kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik budidaya maggot.

Leave a Reply